Studi Astronomi Islam: Metode dan Kriteria Hisab Rukyat Penentuan Awal Bulan di Negara Libya

Main Article Content

Fadhahilal A’mal

Abstract

Hisab dan Rukyat sebagai dua metode penentuan awal bulan kalender Islam, dimana hasil penetapan akan menjadi kalender Hijriyah atau Qamariyah. Seringkali perbedaan pendapat dan penentuannya tentang penentuan awal bulan Qamariyah kerap terjadi di berbagai negara, akibat dari perbedaan lintang dan bujur, kondisi cuaca, ketentuan otoritas pemerintahannya, sampai dengan kesepakatan kriteria hilal. Cukup tak mengherankan jika seringkali terjadi polemik dan dapat dijadikan sebagai sebuah pembelajaran dengan menelisik lebih dalam terkait kriteria hilal dan metode yang di gunakan masing-masing negara dan di korelasikan terhadap ketentuan negara lain dengan satu zona wilayah yang cukup dekat.Persoalan yang terjadi  ini merupakan suatu persoalan yang sudah menuju ranah ijtihadi, karena masing-masing negara punya aturan dan ketentuannya masing-masing. Salah satu menariknya dari negara Libya yang dari segi astronomis sendiri negara ini cukup berkembang dengan di buktikannya memiliki  Libyan Center for Remote Sensing and Space Science (LCRSSS) yang didedikasikan untuk penelitian penginderaan jauh, ruang angkasa, sampai dengan  ilmu gempa yang hingga saat ini telah menghadirkan lebih dari 5 stasiun penelitian. Negara Libya melakukan suatu penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah  dengan  merujuk pada aspek astronomis terjadinya bulan baru, yakni pada konjungsi (ijtimak)   sebelum waktu fajar yang dilakukan melalui organisasi penelitian dari pemerintah  (LCRSSS).

Article Details

How to Cite
Fadhahilal A’mal. (2022). Studi Astronomi Islam: Metode dan Kriteria Hisab Rukyat Penentuan Awal Bulan di Negara Libya. Proceeding of International Conference on Sharia and Law, 1(1), 249-254. Retrieved from https://proceedings.uinsby.ac.id/index.php/ICOSLAW/article/view/966
Section
Articles