Membangun Paradigma Toleran melalui Program Religius Studies (Pendampingan Terhadap Mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama UIN Surabaya)

  • M. Thoriqul Huda Institut KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto
  • Akhmad Jazuli Afandi Institut KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Abstract

Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang multikultural, terdiri dari bergaia suku, agama dan budaya, serta berbagai golongan yang berbeda.[1] Berkaitan dengan hubungan antarumat beragama, nenek moyang bangsa Indonesia secara turun temurun telah mewariskan kepada generasinya semangat toleransi, penuh kedamaian serta menjunjung tinggi semangat hidup pluralisme dalam keberagaman budaya dan agama, hal ini diyakini sebagai bentuk semangat tantularisme.[2] Tradisi tantularisme menjadi akar sejarah dalam terbentuknya Negara kesatuan republik Indonesia, peluang lain yang melandasi terbentuknya hubungan yang harmonis antar umat beragama dalah pancasila sebagai titik temu peradaban Indonesia serta beragamnya budaya dan nilai kearifan lokal masyarakat Indonesia dalam balutan kerukunan

 

[1] Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 mencatat jumlah penduduk Indonesia berdasarkan agama yang dianutnya, Islam sebesar 207.176.162 jiwa, Kristen sebanyak 16.528.513 jiwa, Katolik sebanyak 6.907.873 jiwa, Hindu sebesar 4.012.116 jiwa, Budha sebesar 1.703.254 jiwa, Konghucu sebanyak 117.091 jiwa, dan lainnya sebesar 299.617 jiwa. Sedangkan untuk jumlah suku di Indonesia, dalam data Badan Pusat Statistik tahun 2010 terdapa 1331 suku di Indonesia, diantaranya ada suku Jawa, Madura, Batak, Sunda, Bugis dan lain- lain. Dalam Badan Pusat Statidtik, Data Kependudukan Nasional (Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2010).

[2] Semangat tantularisme merupakan semangat keagamaan yang memiliki tipologi masyarakat religi, non doktriner, toleran, akomodatif dan optimistik. Semangat tantularisme ini dianggap sejalan dengan realitas kehidpan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini yang mana kondisi masyarakatnya plural. I Wayan Suja, Titik Temu Iptek dan Agama Hindu; Tafsir Ilmiah Ajaran Weda (Jakarta: Manikgeni, 2000), hal 5. Baca juga I Wayan Suja, Perkembangan Agama Hindu di Indonesia dalam Wiwin Siti Aminah, dkk, Sejarah Teologi dan Eyika Agama- agama (Yogyakarta: Dianinterfedia, 2003), hal 17.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-10-28
How to Cite
HudaM. T., & AfandiA. J. (2018). Membangun Paradigma Toleran melalui Program Religius Studies (Pendampingan Terhadap Mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama UIN Surabaya). Proceedings of Annual Conference on Community Engagement, 392-410. Retrieved from http://proceedings.uinsby.ac.id/index.php/ACCE/article/view/70