Pemberdayaan Perempuan Pengrajin Genteng di Desa Ngembal Rejo Kab. Kudus: Upaya di Tengah Marjinalisasi dan Eksploitasi

  • Siti Malaiha Dewi IAIN Kudus & Yayasan Nusantara Satu Kudus
  • M. Amin IAIN Kudus & Yayasan Nusantara Satu Kudus
Keywords: Perempuan Pengrajin Genteng, Ngembalrejo Kudus, Marjinalisasi, Eksploitasi

Abstract

Idealnya, perempuan yang menghabiskan waktu dan tenaga di tempat kerja berbanding lurus dengan tingginya kualitas hidup. Namun, tidak demikian yang dihadapi oleh perempuan pengrajin genteng yang ada di lingkar kampus IAIN Kudus. Meski sudah berpuluh-puluh tahun bekerja, perempuan pengrajin genteng adalah pihak yang paling sedikit menikmati keuntungan, padahal resiko atas pekerjaan yang dijalankan sangat tinggi antara lain resiko gangguan pernafasan, batuk-batuk, maupun penyakit kulit dikarenakan asap pembakaran. Kondisi ini berbanding terbalik dengan keadaan pemilik usaha genteng yang hampir selalu mengalami peningkatan kesejahteraan. Selain resiko kesehatan yang tinggi, perempuan pengrajin genteng juga tidak memiliki kepastian kerja  dan jaminan keselamatan kerja. Tidak adanya kepastian kerja karena mereka hanya dipekerjakan di saat musim kemarau saja, sementara di musim penghujan mereka menganggur. Ketidakpastian juga karena hanya sebagai buruh lepas. Namun, kondisi tersebut tetap dijalani karena bagi mereka tidak ada pilihan pekerjaan lain bagi mereka. Oleh karena itu, pelatihan life skill pembuatan kue kering, kue basah, dan baki lamaran sebagai usaha alternative diharapkan akan menjawab ketidakpastian kerja yang selama ini mereka alami. Kegiatan ini diikuti 20 perempuan pengrajin genteng dengan metode praktik langsung. Dilaksanakan selama tiap hari jumat selama bulan September sampai Desember 2016 dan ditutup dengan pelatihan manajemen keuangan keluarga. Hasilnya, perempuan pengrajin genteng memiliki ketrampilan alternative sehingga tidak ada lagi perempuan yang menganggur di saat musim penghujan tiba. Selain menambah penghasilan juga menambah kepercayaan diri mereka ketika berhadapan dengan juragan dalam penentuan upah dan negosiasi tentang jaminan keselamatan kerja, sebab juragan pun akan terganggu produksinya ketika perempuan-perempuan di sana berhenti bekerja. Selain pelatihan life skill, paguyuban perempuan pengrajin genteng pun berhasil dibentuk sebagai wadah berbagi dan saling menguatkan di antara perempuan pengrajin genteng

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-10-28
How to Cite
Dewi, S., & Amin, M. (2018). Pemberdayaan Perempuan Pengrajin Genteng di Desa Ngembal Rejo Kab. Kudus: Upaya di Tengah Marjinalisasi dan Eksploitasi. Proceedings of Annual Conference on Community Engagement. Retrieved from http://proceedings.uinsby.ac.id/index.php/ACCE/article/view/43