Pendampingan Akses Pembiayaan dan Pengembangan Sektor Riil Anggota Koperasi Syariah Manfaat Surabaya

  • Ali Hamdan STAI An Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo
Keywords: Pendampingan, Usaha mikro, akses pembiayaan

Abstract

Usaha mikro di Indonesia masih menghadapi kendala dalam meningkatkan kapasitas usaha antara lain karena akses pembiayaan untuk modal kerja masih sulit. Dua masalah utama usaha mikro dalam aspek finansial, yaitu mobilisasi modal awal (start-up capital) dan akses modal kerja. Walaupun pada umumnya modal awal bersumber dari modal (tabungan) sendiri atau sumber-sumber informal. Namun sumber-sumber permodalan ini sering tidak cukup untuk kegiatan produksi, apalagi untuk investasi (perluasan kapasitas produksi atau menggantikan mesin-mesin tua), terutama usaha mikro sektor riil Hal ini karena setiap lembaga keuangan terutama perbankan masih menerapkan persyaratan yang ketat, dengan menggunakan analisis pembiayaan 5C (Caracter, Capasity, Capital, Collateral, dan Condition). Disinilah peran koperasi syariah dapat dioptimalkan dengan melakukan identifikasi usaha mikro yang tepat sehingga dapat dibiayai. Pada pendampingan ini tujuan yang hendak dicapai adalah : melakukan indentifikasi usaha mikro yang akan dibiayai oleh kopsyah Manfaat Surabaya, pendampingan penyusunan rencana usaha sebagai persyaratan mengajukan pembiayaan kepada Kopsyah Manfaat Surabaya serta melakukan pendampingan dalam menyusun laporan keuangan sederhana. Total ada 4 (emapt) usaha mikro yang didampingi sehingga bisa akses pembiayaan ke kopsyah Manfaat Surabaya yaitu UKM Gowonan, UKM camilan CS, UKM Sambel pecel madiun Machnunah dan UKM Sayur Keliling Bu Eko.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-10-28
How to Cite
HamdanA. (2018). Pendampingan Akses Pembiayaan dan Pengembangan Sektor Riil Anggota Koperasi Syariah Manfaat Surabaya. Proceedings of Annual Conference on Community Engagement, 86-93. Retrieved from http://proceedings.uinsby.ac.id/index.php/ACCE/article/view/40